VIDEO MESUM BOYOLALI : Pelaku Diduga Pedagang Pasar Sunggingan

Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos 9

Ilustrasi perbuatan mesum (Dok/Solopos) Ilustrasi perbuatan mesum (Dok/Solopos)

Solopos.com, BOYOLALI – Boyolali diguncang video mesum. Diduga, pelaku merupakan pasangan tak resmi yang mengabadikan hubungan intim mereka melalui kamera Handphone (HP).

Informasi yang dihimpun Solopos.com, Selasa (16/7/2013), pelaku dalam video tersebut diduga kuat merupakan dua pedagang kain di Pasar Sunggingan, Boyolali. Video berdurasi 28 menit 45 detik tersebut diduga direkam sendiri oleh pelaku dengan HP. Perbuatan mesum itu dilakukan keduanya di dalam sebuah kamar yang lokasi tepatnya belum diketahui pasti.

Tidak diketahui pasti awal mula beredarnya video porno tersebut, namun video mesum itu mulai menggemparkan komunitas Pasar Sunggingan sejak beberapa hari sebelum Puasa. Warga gempar lantaran merasa mengenali kedua pelaku, mengingat dalam beberapa adegan yang dilakukan pelaku, terungkap wajah kedua pelaku.

Warga Sunggingan, Dar, 43, dia mengaku mengenali kedua pelaku dalam video mesum tersebut. Menurutnya, pelaku pria merupakan warga Kecamatan Cepogo dan pelaku perempuan merupakan warga Kecamatan Teras. Pelaku pria diperkirakan berusia 60 tahun, sementara pelaku wanita berusia sekitar 46 tahun. Menurut Dar, kedua pelaku sama-sama memiliki kios di Pasar Sunggingan lantai bawah. Bahkan menurut Dar, lokasi kios keduanya cukup berdekatan.
“Yang pria juragan kain besar dan sudah pernah naik haji,” terang Dar.

9 Komentar untuk “VIDEO MESUM BOYOLALI : Pelaku Diduga Pedagang Pasar Sunggingan”

  1. agus setyawan

    ws tuo iseh neko2 wae..opo ora isen karo anak bojone…

  2. wes lah urusane dewe2…..kita jangn munafikkk

  3. Bro suryanto,,.,please ojo di cmpur aduk,gk smua org byll sprt itu,,ok

  4. aq tau orgnya dan knal anak n cucunya. kasihann

  5. selamet balok

    Gawe wirang wae….enak’e dikapa’ne broooo…………????

  6. Pancen Wong boyolali terkenal mesum

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+