UN SMP 2013 : Sekolah di Malang Siapkan Sarapan Untuk Peserta Ujian

JIBI/Harian Jogja/Antara 0

ilustrasi.dok

MALANG-Seluruh SMP di Kota Malang, Jawa Timur, menyiapkan sarapan berupa roti dan kue bagi anak didiknya yang menjadi peserta ujian nasional yang digelar mulai Senin (22/4) hingga Kamis (25/4).

Sekretaris Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang Djupri mengemukakan bahwa sarapan yang disediakan sekolah selama pelaksanaan UN berupa roti atau kue itu agar tidak terlalu “ribet”, karena yang terpenting anak-anak menghadapi soal ujian tidak dalam kondisi perut kosong.

“Kami juga mengimbau orang tua siswa menyediakan sarapan sendiri bagi anak-anaknya yang mengikuti UN agar anak-anak bisa konsentrasi penuh ketika mengerjakan soal-soal ujiannya,” katanya, Senin (22/4/2013).

Menyinggung persiapan UN, Djupri mengatakan tidak ada masalah, baik soal ujian maupun lembar jawaban ujian nasional (LJUN). Jumlah LJUN setiap ruang ujian sebanyak 20 variasi soal plus satu soal cadangan.

Jumlah peserta UN SMP/MTs negeri dan swasta di Kota Malang mencapai 12.728 siswa. Pada hari pertama (Senin, 22/4) mereka mengerjakan soal-soal Bahasa Indonesia.

Hanya saja, untuk UN SMP tersebut tidak didampingi oleh pengawas independen dari perguruan tinggi. Pengawas independen dari perguruan tinggi hanya melakukan pengawalan dan pengawasan ketika pengambilan dan pembongkaran naskah ujian.

Sementara UN SMP di Kabupaten Malang diikuti oleh 31.595 peserta, dengan rincian 22.556 dari siswa SMP negeri dan swata dan 9.029 dari MTs negeri dan swasta, 10 peserta dari SMPLB serta peserta dari ujian paket B sebanyak 1.219 oarang.

Untuk soal (naskah ujian), kata Kepala Diknas Kabupaten Malang Edy Suhartono, memang langsung didistribusikan ke Polsek-polsek dan dibagikan langsung ke sub-rayon, karena untuk mempercepat distribusi dan mencegah terjadinya kebocoran soal.

“Wilayah Kabupaten Malang ini kan luas sekali, apalagi topografinya juga sangat berjauhan, sehingga akan lebih baik jika langsung didistribusikan ke masing-masing polsek demi efesiensi dan efektifitas waktu,” ujarnya.

Siswa kelas IX di Kota Batu yang mengikuti UN sebanyak 239 peserta dengan target kelulusan mencapai 100 persen.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+