Renovasi Pasar Wedi Telan Dana Rp18,8 M

Asiska Riviyastuti/JIBI/SOLOPOS 0

Sejumlah pedagang sayur dan buah menjajakan dagangan mereka di Pasar Wedi, Klaten. Foto diambil November 2012. (Dok/JIBI/SOLOPOS)

KLATEN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten berencana merenovasi Pasar Wedi pada akhir April 2013. Renovasi pasar tersebut menelan dana Rp18,8 miliar.

Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (Rp5 miliar), APBD Provinsi (Rp5,8 miliar) dan APBD Kabupaten (Rp8 miliar).

Menurut Kepala UPTD Pasar Wilayah I sekaligus Koordinator UPTD Pasara Se-Kabupaten Kletan, Didik Sudiarto, pasar tersebut mendesak diperbaiki karena kondisi fisik pasar yang tidak memungkinkan lagi untuk digunakan berjualan.

“Kalau hujan, pasar menjadi becek dan selama ini pedagang juga belum tertata, masih semrawut, belum dibagi zona sesuai barang dagangan,” ungkap Didik, saat ditemui Solopos.com di ruang kerjanya, Rabu (13/3/2013).

Pada Rabu, Didik mengungkapkan pihaknya melakukan sosialisasi kepada 30 orang yang merupakan perwakilan paguyuban dan kelompok zona jenis dagangan yang mewakili 767 pedagang Pasar Wedi. Sedangkan lelang pembangunan pasar tersebut akan dilakukan pada akhir Maret hingga awal April.

Pasar Darurat

Proses pembangunan pasar diperkirakan selama tujuh hingga delapan bulan. Sementara itu, selama pasar dibangun, pedagang akan menempati pasar darurat yang terletak sekitar satu kilometer dari Pasar Wedi, tepatnya di tanah kas Desa Gadungan, Wedi.

Pasar darurat tersebut seluas 4.500 m2. Menurut Didik, letak pasar darurat cukup jauh dari lokasi pasar karena di dekat pasar tidak ada lahan yang bisa menampung semua pedagang.
Di pasar darurat tersebut, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) hanya menyediakan lahan dan tempat jualan berupa barak yang terbuat dari tripleks dan beratap seng atau asbes.

Pengaturan tempat berjualan di pasar darurat diserahkan sepenuhnya kepada paguyuban pedagang dan ketua kelompok zona jenis dagangan.

Pasar Wedi menurut rencana akan dibangun satu lantai di atas tanah seluas 12.615 m2. Di pasar tersebut nantinya akan dilengkapi poliklinik, tempat menyusui, tempat penimbangan ulang, pergola [area istirahat yang berbentuk persegi panjang dan diberi kanopi di atasnya] dan tempat duduk yang jadi satu dengan taman.

“Tempat penimbangan ulang itu bertujuan bagi pembeli yang merasa tidak yakin dengan timbangan barang yang dia beli. Konsepnya kami buat seperti Malioboro,” ujarnya.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+