PIALA ADIPURA : Lagi, Boyolali Raih Adipura

Septhia Ryanthie/JIBI/SOLOPOS 0

Piala Adipura (google/penajamkab.go.id)

BOYOLALI--Kabupaten Boyolali tahun ini berhasil mempertahankan predikatnya sebagai Kota Kecil Terbersih dengan meraih penghargaan Adipura 2013. Diperolehnya piala tersebut merupakan kali kedelapan bagi Kota Susu.

Kasubbag Humas dan Protokol Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani, mewakili Bupati Boyolali, Seno Samodro, penghargaan tersebut melengkapi kebanggaan bagi Kabupaten Boyolali dan menjadi kado untuk Hari Jadi ke-166 tahun selain beberapa penghargaan lain yang telah diraih kabupaten itu.

Sebelumnya, Boyolali juga mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas hasil pemeriksaan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Boyolali 2012.

“Penyerahan penghargaan dijadwalkan Senin (10/6/2013) siang di Istana Negara. Yang berangkat ke Jakarta menerima penghargaan tersebut yakni Asisten II Sekda, Juwaris dan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Budi Wiryawan, mewakili Bupati,” terang Wiwis kepada wartawan di Boyolali, kemarin.

Terkait penghargaan tersebut, Wiwis mengungkapkan bahwa piala Adipura tersebut merupakan simbol nilai-nilai kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu juga merupakan simbol diakuinya keberhasilan pemerintahan dalam menjalankan pembangunan berbasis lingkungan hidup.

“Tidak dipungkiri, Boyolali mampu mempertahankan Adipura delapan kali berturut-turut bukan merupakan hal yang mudah, sehingga penghargaan ini merupakan prestasi yang berarti, namun yang paling utama adalah membangun kesadaran masyarakat untuk selalu hidup bersih,” jelas Wiwis.

Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Sri Ardiningsih mengatakan sebelumnya Pemkab Boyolali menyerahkan sepenuhnya hasil dari penilaian tim terkait penghargaan tersebut.

“Kami hanya berupaya mengoptimalkan apa yang ada, terutama untuk semua bidang yang menjadi poin-poin penilaian Adipura tersebut. Kami tadinya tidak berharap banyak, terlebih untuk masalah pengelolaan sampah juga kadang menjadi kendala. Apalagi saat ke lapangan untuk penilaian, tim kan sekarang tidak memberi tahu dulu. Sewaktu-waktu bisa datang untuk menilai, jadi kami tidak mengetahui pasti jadwal penilaiannya. Sehingga terhadap hasilnya kami pasrahkan sepenuhnya kepada tim penilai tersebut, kami apa adanya saja,” papar Sekda.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+