BANK JATENG Siap Revisi Target Bisnis pada 2013

Donald Banjarnahor/JIBI/Bisnis Indonesia 0

Suasana kantor cabang pembantu Bank Jateng di Nusukan, Solo, beberapa waktu lalu. Bank Jateng akan merevisi target bisnisnya pada 2013 ini agar lebih agresif. (JIBI/SOLOPOS/Burhan Aris Nugraha)SEMARANG – Meskipun baru berjalan beberapa hari, namun Bank Jateng mengaku telah siap merevisi naik rencana bisnis bank 2013, karena sejumlah target yang ditetapkan sebelumnya cenderung terlalu rendah dan konservatif.
Haryono, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Derah Jawa Tengah (Bank Jateng), mengatakan rendahnya target yang ditetapkan karena pembuatan mengacu pada kinerja Oktober lalu, ketika rencana bisnis itu dibuat.

“Kami yakin RBB [rencana bisnis bank] ini akan kami revisi pada tengah tahun ini. Kalau kami tidak revisi, maka cabang akan kerja seenaknya, karena target sudah tercapai di tengah tahun,” ujarnya kepada Bisnis.com. Pada rencana bisnis yang disampaikan kepada Bank Indonesia, perseroan menargetkan penyaluran kredit tembus Rp20,69 triliun, meningkat 12,69% dari realisasi akhir 2012 Rp18,36 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan menembus Rp26,5 triliun, naik 19,85% dari akhir 2012.

Untuk total aset, perseroan menetapkan target menembus Rp30 triliun, meningkat 12,53% dari akhir 2012. Sementara itu, untuk laba sebelum pajak ditargetkan Rp780 miliar, naik tipis dari akhir 2012 sebesar Rp766 miliar. Sejumlah target tersebut jauh lebih rendah dengan kinerja perseroan selama 2012, kecuali untuk penghimpunan DPK. Pada tahun lalu, penyaluran kredit perseroan tumbuh 34,5%, sementara total aset meningkat 16,01%.

Untuk laba sebelum pajak, perseroan mencatatkan pertumbuhan 33,9%. Sementara itu untuk penghimpunan DPK, perseroan menahan laju pertumbuhan menjadi 14,05% agar rasio intermediasi (loan to deposit ratio/LDR) berada pada kisaran optimal.

Dalam rencana bisnis tahun ini, Bank Jateng juga akan menambah jaringan kantor layanan sehingga bisa menjangkau seluruh kecamatan di Jawa Tengah. Penambahan kantor layanan itu dimaksudkan guna menopang program Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Perdesaan (PPB-PP) yang saat ini resmi dikelola pemerintah daerah. “Ada 573 kecamatan di Jawa Tengah dan kami menargetkan memiliki jaringan layanan diseluruh kecamatan tersebut,” ujar Haryono.

Selain itu, perseroan juga akan mengembangkan sejumlah layanan melalui teknologi informasi, seperti pembukaan internet banking dan layanan electronic data capture. Perseroan juga akan menambah 93 unit anjungan tunai mandiri, dari posisi saat ini sebanyak 208 unit. “Sebagian besar ATM itu akan sewa sehingga masuk pada beban operasional. Dalam ATM juga akan dikembangkan fitur pembayaran sesuai dengan kebutuhan konsumen,” ujarnya.

Menurut Haryono, pengembangan layanan teknologi informasi tersebut tidak terlalu mahal karena perseroan telah memiliki core banking yang masih mumpuni untuk menerima upgrade fasilitas baru tersebut. “Jadi kami tinggal masukan fitur-fitur baru tersebut kedalam sistim Bank Jateng miliki,” ujarnya.

Layanan perseroan juga akan dilengkapi dengan Mobil Keliling, yang juga akan diluncurkan tahun ini. Adapun untuk produk, Bank Jateng berencana untuk meluncurkan tabungan rencana, produk simpanan yang dilengkapi asuransi.
Hingga akhir 2012, Bank Jateng memiliki 559 kantor layanan, yang terdiri atas kantor kas, kantor cabang pembantu, kantor cabang, payment poin dan anjungan tunai mandiri. Selain itu, juga ada sejumlah kantor layanan syariah yang dikelola Bank Jateng Syariah.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+