Amankan Pilkada NTB, Brimob Jakarta dan Polda DIY Diterjunkan

JIBI/Harian Jogja/Antara 0

ilustrasi.dok

MATARAM-Sebanyak empat Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satuan Pelopor (Satpor) II Korps Brimob Jakarta, dan Brimob Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mulai melaksanakan tugas membantu pengamanan pemilihan kepala daerah (pilkada) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Tadi malam empat SSK Brimob bantuan dari Jakarta dan Yogyakarta itu tiba di Bandara Internasional Lombok, dan langsung dikerahkan menempati pos pengamanan masing-masing,” kata Kabid Humas Polda NTB AKBP Sukarman Husein, di Mataram, Rabu (8/5/2013).

Ia mengatakan, empat SSK Brimob itu berjumlah 425 orang, terdiri dari dua SSK atau sebanyak 214 orang dari Satpor II Korps Brimob Jakarta, dan 211 orang dari Brimob Polda DIY.

Sebanyak 316 orang personil Brimob, terdiri dari 211 orang personil Brimob Polda DIY dan 105 orang Brimob Satpor II Korps Brimob Jakarta, menempati pos pengamanan untuk Pilkada di Kabupaten Lombok Timur.

Sedangkan 109 orang personil Brimob lainnya dari Satpor II Korps Brimob Jakarta, dikerahkan untuk menempati pos pengamanan untuk Pilkada di Kota Bima.

“Brimob bantuan pengamanan Pilkada di wilayah NTB itu dikerahkan oleh Mabes Polri, guna memperkuat kekuatan personil Polda NTB dalam pengamanan pilkada,” ujarnya.

Sukarman menambahkan, Polda NTB beserta personil Brimob bantuan dari Jakarta dan Yogyakarta itu, akan mengimplementasikan strategi pengamanan, terutama di berbagai titik kerawanan baik di ibukota Provinsi NTB, di Kabupaten Lombok Timur, dan Kota Bima.

Potensi kerawanan selalu ada, meskipun tidak harus “under estimate”, sehingga semua pihak diminta bantuannya untuk menyukseskan pelaksanaan pilkada tersebut.

“Mohon dukungan semua pihak, termasuk pers, karena kerawanan paling krusial ada pada tahapan pemungutan dan penghitungan suara,” ujarnya.

Menurut dia, aparat kepolisian terlibat langsung dalam tugas pengamanan berbagai aktivitas pilkada, bahkan memberi pengawalan khusus kepada para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah, semenjak ditetapkan KPU hingga tahapan akhir pilkada.

Pilkada di wilayah NTB akan berlangsung di tiga termin yakni pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Bupati dan Wakil Bupati Lombok Timur, dan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bima.

Tahapan pemungutan suara akan digelar secara bersamaan yakni pada 13 Mei 2013 untuk putaran pertama, dan 22 Juli jika harus ada putaran kedua.

Untuk Pilkada di Provinsi NTB, terdapat empat pasangan calon yang diusung gabungan partai politik, yakni TGH M Zainul Majdi dan Muhammad Amin (TGB-Amin), Harun Al Rasyid dan TGH Lalu Muhyi Abidin (Harum), DR KH Zulkifli Muhadli dan Prof DR H Muhammad Ichsan (Zul-Ichsan), dan H Suryadi Jaya Purnama dan Johan Rosihan “Suryadi-Johan”.

Untuk pilkada di Kabupaten Lombok Timur, terdapat empat pasangan calon yakni H Moch Ali Bin Dachlan dan H. Khairul Warisin (Al Khair), pasangan calon H Usman Fauzy dan Muh Ihwan Sutrisno (Mafan), HM Sukiman Azmy dan H M Syamsul Luthfi (Sufi), H Abdul Wahab dan Lale Yaquttunnafis (Waly).

Sedangkan pilkada Kota Bima, terdapat enam pasangan calon yakni dr H Sucipto M Abdullah dan Drs H Junaidin MM (Sujud), Hj Ferra Amelia SE MM dan Drs H M Natsir MM, pasangan calon Subhan H M Nur SH dan Muhammad Riza SE (Suri), pasangan calon Abdul Wahid, MAg, MPd dan Bambang Ismail SPd, pasangan calon Ir H Ihsan MM dan Ir H Taufiqurrahman MT, pasangan calon Ir Hj Rr Soesi Wiedhiartini dan Ir Muhammad Rum SH.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+