4 PGOT Terjaring Razia Pekat

Septhia Ryanthie/JIBI/SOLOPOS 0


Sejumlah PGOT yang berhasil terjaring razia pekat oleh tim gabungan Kabupaten Boyolali di wilayah Boyolali kota, Rabu (26/6/2013). (Septhia Ryanthie/JIBI/SOLOPOS)

BOYOLALI–Tim gabungan Kabupaten Boyolali menggelar operasi penyakit masyarakat (Pekat) dengan sasaran pengemis, gelandangan dan orang-orang telantar (PGOT), termasuk wanita pria serta pekerja seks komersial (PSK) dan lelaki hidung belang, Rabu (26/6/2013).

Razia tim yang terdiri atas unsur Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan aparat Polres Boyolali dan Kodim 0274/Boyolali itu dilakukan dengan menyisir sejumlah kawasan di wilayah perkotaan, mulai dari Terminal Sunggingan, kemudian ke Pasar Sunggingan, Taman Kota Sono Kridanggo, hingga kawasan Pengging, Banyudono.

Operasi pekat tersebut juga termasuk mendatangi sebuah hotel yang berlokasi di jalur lingkar utara (jalingkut). Sayangnya, tim gagal melakukan operasi di hotel itu karena surat tugas tertinggal. Petugas pun urung membuka pintu kamar-kamar hotel tersebut untuk merazia tamu-tamu di hotel itu.

Di Taman Kota Sono Kridanggo yang menurut informasi kerap menjadi tempat menginap para gelandangan dan anak-anak punk, petugas sama sekali tidak mendapati keberadaan mereka. Namun dari operasi tersebut, tim menjaring tiga gelandangan yang diduga mengidap sakit jiwa serta seorang pengamen. Tiga orang sakit jiwa tersebut, diamankan dari wilayah Kecamatan Simo. Sementara satu pengamen, diamankan dari kawasan Pasar Sunggingan.

Menurut Kasi Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinsosnakertrans Boyolali, Ali Muharom operasi gabungan tersebut merupakan kegiatan rutin sekaligus dilakukan menjelang penilaian tim keserasian dari Provinsi Jateng. Boyolali, menurut dia, akan dinilai oleh tim penilai dalam lomba keserasian daerah.

“Sasarannya antara lain gelandangan, pengemis, anak punk, orang gila, maupun PSK,” ungkap Ali saat ditemui wartawan di sela-sela operasi, Rabu.

Ali mengatakan orang gila yang terjaring dalam razia Rabu itu dikirim ke rumah sakit jiwa (RSJ) di Klaten. ”Untuk pengamen atau gelandangan kami adakan pembinaan,” tandasnya.

 

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+