SUKU BUNGA: Bunga Turun, KUR 2012 Bisa Tembus Rp30 Triliun

2

SOLO — Suku bunga kredit usaha rakyat (KUR) dipastikan turun. Semula bunga KUR ditetapkan 14% efektif untuk KUR ritel dan 22% efektif bagi KUR mikro, kini bunga dipatok 12%-13% efektif dan 20-21% efektif. Walau hanya turun tipis 1%-2%, banyak pihak percaya penyaluran KUR 2012 akan meningkat tajam.

TARGET KREDIT -- Seorang pengrajin sandal kulit sapi di Gandekan, Jebres, Solo tengah menggarap pesanan beberapa waktu lalu. Sektor UMKM menjadi target utama penyaluran KUR yang diharapkan makin terjangkau dengan sudah turunnya BI rate. (JIBI/SOLOPOS/dok)

Kepala Bidang (Kabid) Restrukturisasi Pendanaan Kementerian Koperasi dan UMKM, Muhammad Hasyim, saat ditemui wartawan di sela-sela menjadi narasumber sosialisasi KUR di Hotel Grand Setia Kawan Solo, Selasa (14/2/2012), mengatakan keputusan bunga KUR turun telah ditetapkan pertengahan Januari. Dalam ketetapan tersebut dipastikan bunga KUR akan turun 1%-2%. “Tentu saja pemerintah juga merespons keadaan. Kalau BI rate rendah, tentu bunga KUR mengikuti. Perubahan bunga ini akan segera diterapkan. Tapi pastinya kapan, kami masih menunggu,” terang Hasyim.

Penurunan bunga KUR diimbangi kenaikan target penyaluran KUR. Menurut Hasyim, sebenarnya pemerintah hanya mematok target penyaluran KUR Rp20 triliun/tahun selama 2010-2014. Namun, melihat antusiasme masyarakat dan kesiapan bank, ternyata di 2011 penyaluran KUR bisa tembus Rp29 triliun. Lantara itu, di 2012, pemerintah memasang target KUR tersalur mencapai Rp30 triliun.

“Memang 2010 sempat tidak terpenuhi. Waktu itu penyaluran hanya Rp17,2 triliun. Tapi setahun terakhir trennya bagus.” Terkait hal itu, dia berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan mendapatkan pinjaman melalui KUR dengan sebaik-baiknya. Masyarakat, sambungnya, juga perlu tahu bahwa KUR bisa teralisasi tanpa agunan. Pasalnya, pemerintah telah meneken kesepakatan dengan bank untuk tidak menolak permohonan KUR sepanjang kelayakan usaha pemohon dinilai baik.

Dia menegaskan, diterima atau tidaknya permohonan KUR tidak bergantung pada besarnya agunan melainkan kelayakan usaha. Kecuali, Hasyim menambahkan, untuk pengajuan KUR lebih dari Rp20 juta, pihaknya menyerahkan manajemennya pada perbankan. “Kalau nilainya tinggi memang itu terserah bank karena berkaitan dengan risiko. Pemerintah tidak bisa ikut campur terlalu jauh,” tandas dia. Acara sosialisasi KUR selain dihadiri pihak kementerian, Dinas Koperasi & UMKM Solo, perwakilan perbanakan juga puluhan UMKM dan koperasi se-Solo.

Sementara itu, salah satu bank penyalur KUR, BRI, juga memiliki prediksi positif terhadap pertumbuhan KUR 2012. Memang, sejauh ini, bank tersebut belum memberlakukan penurunan bunga KUR. Namun, melihat pergerakan BI rate, penurunan suku bunga tidak bisa dihindari. Asisten Manager BRI Cabang Solo Slamet Riyadi, Siswantoro, mengatakan dengan skema bunga KUR lama, debitur sudah mendapatkan bunga ringan, yakni hanya 14% efektif atau setara flat 1,025%/bulan.

“Dengan penurunan bunga KUR akibat BI rate turun, realisasi KUR bisa lebih tinggi lagi. Saat ini saja, dengan bunga 14% efektif, rata-rata realisasi KUR per tahun bisa naik 20%,” beber dia. Lebih jauh, Siswantoro memastikan BRI akan berupaya mempertahankan posisi sebagai bank penyalur KUR terbesar. Di Soloraya, BRI memiliki pegawai khusus untuk mengelola KUR, dinamakan mantri KUR. Jika akhir 2011 hanya ada 13 mantri KUR, maka 2012 pihaknya berharap bisa menambah mantri KUR sampai dua kali lipat atau menjadi 26 pegawai.

JIBI/SOLOPOS/Tika Sekar Arum

2 Komentar untuk “SUKU BUNGA: Bunga Turun, KUR 2012 Bisa Tembus Rp30 Triliun”

  1. komplain layanan kredit pelayanan kur di bri… Saya sangat membutuhkan dana modal usaha untuk menghadapi lebaran… Saya bergerak di bidang usaha perdagangan pakaian jadi… Dan saya di hadapi dgn proses yg saya tidak mengerti… Saya sebagai nasabah BRI yakin bisa membayar kredit tersebut dan agunan kredit saya bisa menjamin pinjaman saya… Dan usaha perdagangan saya bisa dan memungkinkan untuk membayar ansuran kredit tersebut. Pinjaman saya yg lama 100jt di unit BRI… Itu sdh berkurang 25%nya saya minta di takeover kecabang BRI menjadi 150jt tetapi saya tdk di beri kesempatan untuk menambah modal yg saya butuhkan. Agunan saya memungkinkan untuk memjamin pinjaman saya untuk naik 150jt. Tanah jaminan yg saya agunkan itu senilai 250jt… Saya sangat berharap ada yg bisa membantu saya dalam masalah saya ini… Saya mohon bantuannya Bapak yg berwenang dgn masalah ini… Dedyeffendy curup-bengkulu

  2. komplain layanan kredit pelayanan kur di bri…

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+