PROSTITUSI WONOGIRI: Ibunda Perantara Berharap Anaknya Kembali Bersekolah

Andi Sumarsono/JIBI/SOLOPOS 5

Ilustrasi (Dwi P/JIBI/SOLOPOS)

WONOGIRI–Jaringan prostitusi ABG di Wonogiri ternyata beranggotakan tak hanya remaja putus sekolah, namun juga remaja yang masih bersekolah.

Nina (bukan nama sebenarnya) perantara jaringan pekerja seks komersial (PSK) remaja atau ABG itu memberi pengakuan mengenai keanggotaan jaringan itu.

Dia mengatakan ada lima ABG yang masuk dalam jaringannya. Nina bertugas sebagai perantara. Dialah yang mengenalkan teman-teman anggota jaringannya ke para lelaki hidung belang.

“Dua orang teman saya ada di Baturetno, satu di Eromoko dan seorang di Jogja,” jelasnya saat ditemui Solopos.com di salah satu lokasi tongkrongan, Minggu (16/12/2012).

Dia menuturkan dua orang temannya saat ini sudah tak lagi bersekolah, sedangkan dua orang lainnya itu masih bersekolah sekolah.

Disisi lain, Nina sebenarnya masih ingin melanjutkan sekolah kembali. Ibunda Nina, Suci (nama samaran), mengaku pasrah, karena sudah berusaha mendaftarkan anak pertamanya itu ke beberapa sekolah, namun selalu ditolak.

“Saya ingin anak saya dibimbing agar bisa kembali ke jalur yang benar,” ungkapnya sambil mengusap air mata saat ditemui di rumahnya, Sabtu (15/12).

Kepala Badan Keluarga Berencana Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Perempuan (BKBKSPP) Wonogiri, Reni Ratnasari, mengatakan akan mencari jaringan itu. “Kalau anak-anak itu masih dibawah umur secepatnya akan kami beri pembinaan dan pendidikan sehingga nantinya tidak salah jalan,” jelasnya saat dihubungi Solopos.com, Minggu (16/12).

5 Komentar untuk “PROSTITUSI WONOGIRI: Ibunda Perantara Berharap Anaknya Kembali Bersekolah”

  1. Fundasi Iman sangat perlu..

  2. Kalau gak begitu,daerah baturetno wonogiri gak terkenal..

  3. Cah bagus Eromoko

    Wartawan saja bisa nyari data mendalam,, kenapa polisi dan pemerintah kesulitan????siapa yg bodoh yaaa….

  4. PA BUPATI kasihan itu anak masih pengen sekolah…..Beri tindakan yang tegas agar anak itu bisa sekolah kembali,,perbaiki wonogiri Danar….

  5. Belum ada tindakan yang signifikan dari pemda Wonogiri dalam menangani kasus asusila yang melanda anak2 putus sekolah maupun yang masih sekolah dan faktor penyebabnya adalah sangat klasik antara kemiskinan dan lemahnya pendidikan agama. Saran kami gandeng LSM atau pesantren atau sekolah yang mau dan bisa memabantu saudara2 kita yang bermasalah sosial ini. semoga Allah Swa memberikan jalan yang terbaik untuk kesejahteraan warga Wonogiri . Amin

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+