PERANGKAT DESA: 72 Desa Tak Memiliki Sekdes

Ayu Abriyani KP/JIBI/SOLOPOS 3

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/Trianto Hery S)

WONOGIRI – Ada 72 desa di Kabupaten Wonogiri yang tidak memiliki sekretaris desa (Sekdes) dan hanya diampu oleh Kaur dan Kadus sebagai Pejabat Sementara (PJs). Di Kabupaten Wonogiri yang terdapat 251 desa, 153 desa di antaranya telah memiliki sekdes berstatus PNS. Sedangkan 26 desa lainnya memiliki sekdes berstatus non-PNS.

Kondisi itu membuat jalannnya pemerintahan desa terganggu. Salah satunya Desa Talesan di Kecamatan Purwantoro yang jabatan Sekdesnya kosong. “Kekosongan itu membuat pemerintahan desa jadi keteteran. Apalagi, di tahun 2013, banyak kepala desa yang selesai masa jabatannya,” ungkap Kades Talesan, Ngatimin, Selasa (17/4/2012).

Bupati Wonogiri, H Danar Rahmanto, juga menyatakan jika ketiadaan Sekdes akan mengganggu jalannya pemerintahan desa. Tapi, pemkab juga tidak mampu berbuat banyak karena kabupaten juga kekurangan pegawai akibat moratorium PNS.

Sama halnya yang diungkapkan Kabag Pemerintahan Desa Setda Wonogiri, Sriyono. Kabupaten Wonogiri semakin kekurangan pegawai karena pemerintah pusat memberlakukan moratorium penerimaan CPNS. “Saat ini sekdes harus berstatus PNS. Padahal, hampir semua SKPD di kabupaten juga kekurangan pegawai,” katanya.

Sementara itu, pangkat Sekdes juga tidak boleh di atas golongan IIA yang saat ini semakin sedikit. “Syarat pendidikan golongan IIA maksimal SMA dan sekarang sudah jarang ada rekrutmen CPNS dari lulusan SMA. Mayoritas pendidikan yang baru adalah S1 (sarjana-red),” ujar Sriyono.

Sementara itu, jabatan kepala desa juga diperkirakan banyak yang kosong. Tahun 2012, ada 132 desa yang akan mengadakan pemilihan kepala desa (Pilkades). Sebanyak 24 Pilkades akan diadakan tanggal 3 Mei dan 16 Pilkades lainnya diadakan bulan Oktober. Sedangkan 91 Pilkades diadakan bulan Desember 2012-Januari 2013.

3 Komentar untuk “PERANGKAT DESA: 72 Desa Tak Memiliki Sekdes”

  1. Akan menjadi permasalahan yg besar d tingkat desa apabila tidak dapat segera ada pengisian.bisa menjadi bom waktu,
    PR buat bapak H DANAR RAHMANTO,PEMDES persiapan penggangaran biasa besar

  2. Belum menjamin biarpun lulusan S1. Sering kita liat waktu musrenbangkec dari pendidikan bnyak yg setor pling akir, padahal semua pegawainya rata-rata lulusan S1

  3. ke kosongan PNS dan sekdes memang tdk masuk akal, di Wonogiri banyak anak daerah sangat mampu baik persyaratan dll. klo sekdes harus S1 itu wajib, kualitas perangkat desa saat ini sangat memprihatinkan, dilihat dari moral dan kompetensi dan kapabilitas sangat minim, bahkan klo perlu kepala desa harus S1 walau melalui pemilihan bukan CPNS.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+