PENCAIRAN TUNJANGAN SERTIFIKASI Terlambat, Ratusan Guru Mengeluh

Tri Rahayu/JIBI/SOLOPOS 11

Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/Yayus Yuswoprihanto)

Ilustrasi (JIBI/Bisnis Indonesia/Yayus Yuswoprihanto)

SRAGEN--Ratusan guru di wilayah Kecamatan Kedawung dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Sragen mempertanyakan pencairan tunjangan prestasi guru (TPG). Tunjangan sertifikasi senilai jutaan rupiah per orang itu sejak Januari hingga Mei belum turun.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Kedawung, Sragen, Tri Widodo, saat dihubungi Solopos.com, Kamis (3/5/2012), menerangkan pihaknya menerima informasi dari Pengurus Besar (PB) PGRI tentang terbitnya aturan yang mengatur pencairan tunjangan sertifikasi.  Peraturan yang dimaksud, terang dia, berupa Peraturan Menteri Keuangan RI No 34/PMK.07/2012 tentang Pedoman Umum dan Alokasi TPG Pegawai Negeri Sipil Daerah (PNSD) Kepada Daerah Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2012.

“Pasal 5 ayat (2) menerangkan pemerintah kabupaten (Pemkab) melaksanakan pembayaran TPG PNSD kepada masing-masing guru PNS setelah diterimanya TPG PNSD di rekening kas umum daerah secara bertahap.

Pembayaran TPG dilakukan pada triwulan I paling lambat April, triwulan II paling lambat Juli, triwulan III paling lambat Oktober dan triwulan IV paling lambat Desember. Namun tunjangan untuk triwulan I saja sampai Mei belum cair,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Tenaga Kependidikan (Tendik) Disdik Sragen, Turdiyanto, mengungkapkan pencairan tunjangan sertifikasi guru masih dalam proses. Dia meminta semua guru PNS agar bersabar karena petunjuk teknis (juknis) dari pusat. “Yang jelas kami sudah mengajukan pencairan tunjangan itu. Kami juga meminta persetujuan Bupati Sragen dalam pencairan anggarannya. Ya, tunggu antrean saja, mungkin bulan
ini bakal cair,” tegasnya.

11 Komentar untuk “PENCAIRAN TUNJANGAN SERTIFIKASI Terlambat, Ratusan Guru Mengeluh”

  1. janji tinggal janji pak menteri,jangan dongak keatas lihat dong kebawah kalau guru ga bisa korupsi tapi empuk diboongi,buktikan janjimu pak nuh

  2. Saya mau nanya , maksud dari kata : Bagi siswa/i yang besaral SMA (Sekolah Menengah Atas) yang sudah mendapatkan sertifikasi A Level atau sudah mendapatkan surat penyetaraan dari Departemen Pendidikan Nasional dapat mengikuti SIMAK UI tanpa harus mengikuti UAN (Ujian Akhir Nasional).SIMAK UI tanpa UN ??dan sertifikasi A Level itu apa y ? cara dapat sertifikasi ini gimana ? diajukan ma sekolah masing-masing ?mohon info nya kk admin..

  3. Mudah2an tunjangan sertifikasi cpt d kluarin..bwt makan ama byr sklah anak2 pak..

  4. ya moga moga sertifikasi bisa keluar dengan lancar sesuai dengan aturan, buat melunasi hutang, he….

    • Nggak, kok. SIMAK UI bisa untuk yang mau milih S1 Reguler, S1 paralel, mauupn vokasi. S1 reguler dapat melalui PPKB, SNMPTN, mauupn SIMAK UI pada tahun 2011 ini. @Dwi Ayu: sistemnya pendaftarannya akan disajikan di website ini begitu sudah ada sosialisasi dari UI, ya, kira-kira sekitar bulan Februari. Perbedaan paralel dan vokasi bisa dibaca di bagian Tentang UI > Program Kuliah > S1 Paralel atau Vokasi atau program lainnya. Intinya, perbedaannya ada di jenjang (paralel artinya S1 atau sarjana, vokasi artinya D3, perbedaan lain terletak pada biaya).

  5. lah aku yo gurung mbayarr kuliah kii.. trncamm d.o tp yo wislahh wong pncen ngene keadaane… wongtuwo mung siji ngandelke srtfksi….. ya wislah manut jalannya sing kuasa….

    • pernah saya posting tetnnag pengumuman sertifikasi guru tahun 2010 pada rayon 10 Jawa Barat, dan sekarang akan saya posting tetnnag informasi daftar bakal calon guru

  6. Yah kalo PTT mah ka emang ga tetap. lah ini yang Non Sertifikasi malah dapet duluan.. yang sertifikasi (udah teruji ngajarnya dengan baik dan berkualitas) malah g dapet. mreka diem kok. mereka cuman tanya doank. ga njaluk. hrusnya pmrintah itu mesakke…. Kasihan guru2 ku… guru sangat muliaa! tanpa mereka kita NOL… sekalipun kita guru atau bukan…. kita hrus inget jasa mreka.

  7. LHa aku PTT Urong dibayar diam aja kok sing sertifikasi banyak bicara,…huft

    • niat baik pemerintah untuk mensejahterakan guru banyak hambatannya, otonomi daerah yang memperlambat birokrasi,,,

    • Istilahnya mungkin bukan keanagrinn biaya. Biaya yang berlaku di UI adalah sistem Biaya Operasional Pendidikan Berkeadilan. Besarnya biaya ditentukan oleh kemampuan penanggung biaya, bukan kemauan penanggung biaya.@Ivana: Keduanya adalah ujian masuk. Setelah dinyatakan diterima, tidak ada perlakuan berbeda antara calon mahasiswa baru dari jalur mana pun untuk S1 Reguler.best regards,Herdiansyah RhamadanInformation System Faculty of Computer Science Universitas IndonesiaDeputi Departemen Advokasi & Kesejahteraan MahasiswaBEM Fasilkom UI 2011

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+