PANTI PIJAT di Kwarasan Dirusak Massa

JIBI/SOLOPOS/Triyono 2

SUKOHARJO- Dua panti pijat di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol, Sukoharjo menjadi sasaran perusakan massa, Selasa (10/7) petang. Akibat kejadian itu, pintu serta jendela depan dua panti yang lokasinya berdampingan mengalami kerusakan dan kacanya pecah.

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan, dua panti pijat sasaran massa adalah Sasana Kebugaran Wanda Jaya dan Ngudi Waras. Perusakan dilakukan sekelompok orang sekitar pukul 19.00 WIB. Meski menimbulkan kerusakan, tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

“Kejadian sekitar pukul tujuh malam (19.00 WIB). Pelakunya cukup banyak, sekitar 15 orang dan menggunakan sepeda motor,” ungkap Kapolsek Grogol, AKP Agus Setyono, mewakili Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari dihubungi Solopos.com melalui telepon selular, Rabu (11/7/2012).

Agus menjelaskan petugas langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) di Kwarasan setelah mendapat laporan adanya aksi perusakan terhadap kedua panti. Dia juga menyatakan polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku dan motif dibalik kejadian itu.

“Kasus ini masih dalam lidik (penyelidikan) petugas, belum diketahui pelakunya. Polisi juga terus melakukan pendalaman untuk menggali informasi lebih jauh,” ujar dia.

Camat Grogol, Agustinus Setyono, juga mengaku mendapat laporan aksi perusakaan panti pijat di Kwarasan, Selasa (10/7) petang. Namun dia menegaskan kasus tersebut saat ini sudah dalam penanganan pihak kepolisian. Untuk menjaga kondusivitas wilayah, Agus menyatakan akan berkoordinasi dengan unsur musyawarah pimpinan kecamatan (muspika) setempat.

“Betul ada perusakan panti di Kwarasan. Tetapi kasusnya sudah ditangani di Polsek Grogol,” ujarnya ketika dihubungi secara terpisah. Agustinus Setyono mengatakan selama menjadi Camat Grogol, aksi perusakan panti baru kali pertama dan sebelumnya belum pernah terjadi.

Dia menambahkan untuk menjaga kondusivitas wilayah di Kecamatan Grogol, pihaknya akan meningkatkan koordinasi dan pengawasan bersama muspika dan unsur lain terkait. Hal itu sekaligus dalam rangka persiapan menyambut datangnya Bulan Puasa.

2 Komentar untuk “PANTI PIJAT di Kwarasan Dirusak Massa”

  1. Iki opo meneh, berita ama komennya blaz ra nyambung. Pripun pak moderator

  2. Bila disimak sekilas memang tidak ada yang aneh dengan PERDA 14 TAHUN 2011 Tentang RTRW KABUPATEN SUKOHARJO . Namun apabila kita simak Peta Tata Ruang Kota Kabupaten Sukoharjo dapat diambil kesimpulan bahwa Sukoharjo telah menerapkan Cultuurstelsel (Sistem Tanam Paksa). Warga yang lahannya terkena Peruntukan Pertanian tidak dapat berbuat apa-apa selain menggunkan lahannya untuk pertanian.

    Perda ini tentu saja menguntungkan beberapa pihak antara lain :

    1. Bupati Sebagai Kepala Daerah Tingkat II akan mendapat pujian dari Pejabat di atasnya karena dianggap serius mempertahankan Sukoharjo sebagai Lumbung Padi

    2. Pejabat perizinan, terutama yang berkaitan dengan izin pengeringan tanah mempunyai alasan untuk menaikan biaya izin pengeringan tanah

    3. Pejabat yang menjelma menjadi mafia tanah akan mudah mengalihkan investor dari kalangan industri untuk membeli invstasi tanah milik pebabat tersebut

    4. Para tengkulak bisa memonopoli harga hasil panen dari para petani.

    Mempertahankan Sukoharjo sebagai lumbung padi Jawa Tengah memang digunakan sebagai alasan bagi PEMDA Sukoharjo untuk mengeluarkan PERDA ini. Namun sangat disayangkan setelah PERDA itu disahkan justru mengorbankan potensi-potensi besar wilayah yang strategis. Apalagi zaman era teknologi maju seharusnya sistem ekstensifikasi pertanian harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan sistem intentifikasi pertanian.

    So, siapa saja yang dirugikan dengan PERDA Tanam Paksa ini

    1. Para Kaum Investor yang ingin membuka usaha terhalang masalah izin pendirian bangunan.

    2. Para kaum buruh yang selama ini mencari alternative perkerjaan hanya bisa pasrah dengan keadaan sekarang

    3. Para pengangguran yang berharap terciptanya lapangan kerja hanya bisa berpangku tangan.

    Sebagai contohnya Sukatman, warga Dukuh Daratan, Desa Ngemplak , Kartasura hanya bisa merenungi nasibnya saat mengetahui bahwa tanah warisan dari orang tua diputuskan sebagai kawasan hujau di dalam Peta RTRW Kabupaten Sukoharjo. Tanah warisan tersebut oleh orang tuanya dipersiapkan untuk didirikan rumah sebagai tempat tinggal. Namun apa daya sebagai orang kecil tidak berani untuk mendirikan rumah di tanah warisan yang dijadikan lahan hijau tersebut. Sebagai orang yang hidup pas-pasan Untuk beli tanah di lahan pemukiman juga tidak mungkin. Sekarang yang bisa di lakukan adalah menitipkan istri dan anaknya tinggal bersama mertuanya. Sedangkan Sukatman sendiri hidup menggelandang di jalanan, karena malu bila harus hidup bersama mertuanya. Dia hanya bisa berdoa semoga orang-orang yang merencanakan,membuat dan mengesahkan peta RTRW yang telah menyesengsarakan hidupnya mendapat balasan setimpal dari Tuhan.

    Tidak jauh beda dengan Winarto, warga dukuh Wirocanan, Desa Kertonatan, Kecamatan Kartasura lulusan SMK ini ingin bercita-cita membuka usaha bengkel manufacturing di tanah yang 3 tahun belinya. Selama 3 tahun dikit demi sedikit Winarto mengumpulkan modal untuk membuka usaha bengkelnya. Namun apa daya tanah yang dia beli 3 tahun tersebut dinyatakan sebagai kawasan hijau didalam Peta RTRW Kabupaten Sukoharjo Bila tanah tersebut dijadikan lahan pertanian sangat tidak mungkin. Selain memang bukan orang yang ahli dibidang pertanian, sangat rawan dari tindak pencurian bila tanahnya dijadikan lahan pertanian. Karena memang tidak ada jaminan keamanan dari PEMDA bila tanahnya di jadikan lahan pertanian. Apalagi harga bibit, pupuk, dan obat anti hama yang harga semakin melangit dengan harga panen yang dimonopoli oleh tengkulak membuat Winarto lebih memilih membiarkan lahannya menganggur.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+