OPS PEKAT CANDI 2012, Polresta Solo Garuk 105 Orang

JIBI/SOLOPOS/Muhammad Khamdi 0

Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati sedang membaui minuman keras (miras) yang diamankan beserta penjualnya di Mapolresta Manahan, Solo, Senin (23/7/2012). Penjual ditangkap dalam razia penyakit masyarakat (pekat) beserta barang bukti miras sebanyak 57 botol. (JIBI/SOLOPOS/Daniel Ari Purnomo)

SOLO-Sebanyak 105-an orang terjaring dalam razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar jajaran Polresta Solo dalam kurun waktu tiga hari. Penangkapan seratusan orang itu dalam rangka hasil ungkap Operasi Pekat Candi 2012 yang dimulai 20 Juli.

Informasi yang dihimpun Solopos.com menyebutkan, petugas gencar melakukan razia di beberapa tempat yang dianggap sebagai tongkrongan para pemabuk, mangkalnya pekerja seks komersial (PSK) dan sejumlah lokasi hiburan lainnya.

Hasil razia pada Jumat-Senin (20-23 Juli), petugas menangkap empat penjual minuman keras, 62 pemabuk, 25 PSK, dua penjudi, 12 orang pengamen. “Kebanyakan dari mereka terjaring petugas di wilayah Stabelan, Banjarsari dan kawasan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS), Jebres, Solo,” kata Kasubag Humas Polresta Solo, AKP Sis Raniwati, mewakili Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in, saat ditemui wartawan, di Mapolresta Solo, Senin (23/7/2012).

Menurut Sis, barang bukti yang disita petugas meliputi 100-an botol minuman keras jenis ciu, satu buah jerigen berisi ciu, 15 botol vodka, enam buah kentrung, dua buah kendang, satu set kartu remi dan uang tunai Rp52.000. “Sebagian besar dari pemabuk dan PSK telah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Solo. Mereka rata-rata dijerat pasal ditindak pidana ringan (tipiring). Rencana operasi pekat candi berlangsung hingga 8 Agustus” jelas Sis.

Dalam kesempatan itu, dua pemabuk yang terjaring di Kampung Pucang Sawit, Jebres yakni Anang Tri Sujarwo, 29 dan Hariyanto, 32, mengaku menggelar pesta miras di dekat pos ronda kampung tersebut.
“Kami pesta miras untuk merayakan perpisahan kerja. Selama satu bulan kami mengerjakan proyek pengerjaan meja. Saat teler, petugas datang menangkap kami,” jelas Anang Tri seperti ditirukan Kasi Humas Polsek Jebres, Ipda Sutino, mewakili Kapolsek Jebres, Kompol I Wayan Sudhita, Senin.

Anang sebenarnya mengerti akan berurusan dengan aparat kepolisian jika mabuk di tempat umum, namun Sabtu (21/7) malam, merupakan moment terindah bisa melepas beban kerja sebagai pemborong proyek mebel. “Ya, kami merasa senang. Minum ciu untuk menghilangkan rasa capek,” timpal Hariyanto.

Lain halnya dengan Jumadi, 26. Pemuda asal Jatipuro, Karanganyar ini meneruskan pesta miras di belakang kampus UNS Solo, Sabtu malam. Dia bersama tujuh rekannya menggelar pesta miras di Polokarto, Mojoloban, Sukoharjo.

“Kami sebenarnya mau jenguk teman yang dirawat di RSUD Moewardi, saat kesana ternyata sudah pulang. Akhirnya kami janjian dengan teman dari Ngawi. Teman saya itu ngajak mabuk bareng di belakang UNS Solo,” kata Jumadi diamini temannya.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+