MUTASI GURU: Sebagian Masih Enggan Pindah

Dian Dewi Purnamasari/JIBI/SOLOPOS 4

ILUSTRASI (JIBI/SOLOPOS/dok)

KARANGANYAR – Sebagian guru sekolah menengah pertama (SMP) keberatan jika dipindahtugaskan menjadi guru sekolah dasar (SD). Kebijakan ini merupakan implementasi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terhadap Surat Keputusan Bersama (SKB) Lima Menteri tentang penataan pegawai fungsional di Kabupaten Karanganyar.

Guru SMPN 1 Jaten, Marimanto, mengatakan beberapa guru sempat stres mendengar kabar tersebut. “Salah satu guru di sini ada yang sampai stres. Adem panas karena memikirkan akan dipindahtugaskan di SD,” ujar dia saat ditemui Solopos.com, Senin (21/5/2012).

Menurutnya ada tiga permasalahan yang menjadi ketakutan guru. Pertama, penyesuaian bahasa untuk menyampaikan materi pelajaran kepada siswa SD. Kedua masalah daerah penempatan, para guru khawatir akan ditempatkan di daerah yang jauh dari tempat tinggalnya. Ketiga, masalah prestise atau gengsi.

Marimanto sendiri sebagai guru Bahasa Indonesia mengaku tidak masalah dengan pemindahtugasan tersebut. “Kalau saya yang penting mengajar. Lagian kalau tidak diratakan kan tidak bisa mendapatkan sertifikasi,” tegas dia.

Pendapat senada juga diungkapkan guru SMPN 2 Karanganyar, Joko Wiyono, tidak keberatan dengan pemindahtugasan tersebut asalkan sesuai dengan kebutuhan. “Kalau saya kan mengajar Bahasa Jawa, masalah pemindahan kalau memang dibutuhkan saya siap,” ujarnya.

Sebelum dipindahtugaskan, BKD Karanganyar meminta guru untuk mengisi formulir dengan tujuh kriteria. Di antaranya sudah bersertifikat pendudik (sertifikasi), lamanya masa kerja, golongan pegawai, ijazah, tugas jam tambahan, angka kredit dan kinerja guru.

4 Komentar untuk “MUTASI GURU: Sebagian Masih Enggan Pindah”

  1. great teacher

    hahah…semakin semrawut aja ranah pendidikan,,terserah dah, tapi tetep “bang kumis tetep OYE” [foto] hahah

  2. Nanti guru smp/sma kan diberi pembekalan dulu sebelum masuk ke SD.Ini sebenere hanyalah masalah gengsi guru smp/sma tidak mau pindah ke SD.

  3. Yang guru SD dituntut sekolah PGSD la trus knapa Guru SMP/SMU mau dilorot ke SD padahal ijazah tidak RELEVAN.SD menerapkan Guru Kelas bukan Guru Mapel tolong ditinjau lagi kebijakan tersebut.

  4. Sebagai guru PNS saya mendukung keputusan bkd tersebut untuk mengatasi kekurangan guru di SD.Mohon kepada BKD untuk sesera dilaksanakan program tersebut. untuk Guru SMP/SMA jangan egois tidak mau dipindah,Pendidikan untuk semua tidak harus linier ilmunya,”sumber pakar pendidikan”.trims.

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+