ESEMKA: Kurangi Bobot, Desain Diubah

Suharsih/JIBI/SOLOPOS 1

UJI COBA -- Wakil Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo saat memantau uji emisi mandiri Esemka beberapa waktu lalu. Untuk meningkatkan efisiensi mesin, dilakukan sejumlah perombakan pada bodi. (JIBI/SOLOPOS/Dwi Prasetya)

SOLO – Tim teknis mobil Esemka mengaku telah menemukan angka perbandingan yang pas antara bobot bodi dengan mesin yang menghasilkan emisi atau gas buang di bawah ambang batas. Namun untuk itu tim terpaksa mengubah desain bodi menjadi lebih pendek.

Salah satu anggota tim teknis Esemka, Dwi Budhi Martono alias Totok, dan Direktur Pelayanan dan Pengembangan Solo Techno Park (STP), Gampang Sarwono, mengungkapkan hal tersebu, Rabu (27/6/2012). Totok mengungkapkan angka perbandingan yang pas itu diperoleh setelah 3-4 kali pengujian. Dimulai dengan bobot awal seberat 2,1 ton, kemudian dikurangi menjadi 1,8 ton, dikurangi lagi menjadi 1,6 ton hingga akhirnya diperoleh angka ideal 1,3 ton. “Tapi ada perubahan pada desain bodinya. Jadi lebih pendek. Tidak lagi tujuh seat (kursi) tapi hanya lima seat,” jelas Totok.

Jika dinyatakan lulus uji emisi, Totok menambahkan, maka desain lima seat itulah yang nantinya diproduksi secara massal. Sedangkan jika ingin memproduksi model tujuh seat, akan diupayakan pada pengembangan berikutnya untuk varian yang berbeda. Tapi untuk itu juga harus melalui prosedur yang sama.

Mengenai jadwal uji emisi formalnya sendiri, Gampang Sarwono mengatakan, Esemka diharapkan siap pada pertengahan Juli mendatang. Saat ini, pihaknya masih menyelesaikan pembuatan bodi mobil di Cikarang. Bodi mobil itu menggunakan bahan campuran logam dan sintetis. “Misalnya, bemper yang semula menggunakan metal diganti dengan fiber. Saat ini semua sedang disiapkan dan karena hasil trial kemarin emisinya sudah bagus ya kemungkinan nanti langsung uji emisi yang resmi,” jelas Gampang. Dengan berbagai upaya pengembangan yang telah dilakukan terhadap mobil Esemka, Gampang optimistis uji emisi kali ini bakal berhasil.

Sebelum ini pada trial yang dilakukan Jumat (15/6/2012) lalu, di Balai Termodinamika Motor dan Propulsi (BTMP) Serpong, Tangerang, emisi Esemka dinyatakan lulus namun dengan catatan, yakni bobot mobil harus dikurangi. Bobot Esemka saat trial itu masih lebih dari dua ton. Sedangkan bobot ideal untuk mobil jenis sport utility vehicle (SUV) berkapasitas mesin 1.500 cc adalah 1,2 ton.

1 Komentar untuk “ESEMKA: Kurangi Bobot, Desain Diubah”

  1. semoga sukses mobil esemka untuk uji emisi dan uji yang lain sehingga bisa laik jalan dan segera dapat diproduksi sehingga menambah khasanah pemilihan mobil di pasar Indonesia dan dunia. Sukses untuk mobil esemka

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+