Bantul Kekurangan Dokter Hewan

Intaningrum/JIBI/Harian Jogja 0

Dokter hewan ilustrasi (kompasiana.com)

BANTUL—Keberadaan dokter hewan di wilayah Bantul masih minim. Padahal, jumlah populasi hewan dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ketua Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Hewan Bantul, Sri Ida Sulistyorini mengatakan, saat ini hanya ada lima dokter hewan definitif dan lima dokter pengampu yang bertugas melayani 10 pusat kesehatan hewan di wilayah DIY.

Ida mengaku sejak 2009 lalu telah mengusulkan agar jumlah pegawai negeri sipil dokter hewan bisa ditambah dan dilakukan pengangkatan bertahap.

“Hingga saat ini, masih belum ada respons,” ujarnya, saat ditemui Harian Jogja di kantornya, Rabu (11/4).

Sesuai Peraturan Menteri Pertanian No. 64 tahun 2007, idealnya tiap puskeswan harus ada satu dokter hewan, dua petugas paramedis, satu tenaga administrasi, dan empat petugas teknis. Sehingga, lanjutnya, untuk wilayah Bantul kekurangan lima dokter hewan, delapan petugas paramedis, sembilan tenaga administrasi dan 36 petugas teknis.

“Padahal, jumlah populasi sapi di Bantul pada 2011 mencapai 78.000 ekor. Belum hewan ternak dan hewan peliharaan yang dimiliki warga,” ujarnya.(ali)

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+