ALASKA WATERBOOM, Bak “Oasis” di Tengah Kebun Jati Polokarto…

Dian Dewi Purnamasari/JIBI/SOLOPOS 1


Anak-anak bermain di kolam renang Alaska Waterboom, Polokarto, Sukoharjo, Minggu (22/7/2012). (Dian Dewi Purnamasari/JIBI/SOLOPOS)

Tak terlalu sulit mencari lokasi Alaska Waterboom, di Kecamatan Polokarto. Spanduk besar yang terpasang di dekat Pasar Bekonang, Kecamatan Mojolaban menjadi bekal Solopos.com menuju lokasi kolam renang tersebut. Keberadaan kolam renang di tengah kebun jati kering itu bagaikan sebuah oasis di tengah padang pasir. Di sisi kiri dan kanan terdapat kebun jati yang daunnya meranggas.

Di Alaska Warterboom, ada dua kolam kecil dan sedang. Kolam kecil berukuran 9,25 meter x 2 meter, kedalamannya 50 cm. Sedangkan kolam sedang berukuran 10 meter x 15 meter, kedalaman sisi utara 75 cm dan kedalaman sisi selatan 100 cm. Sementara ember raksasa berwarna oranye tumpah setiap satu menit sekali. Beberapa perosotan dan ayunan untuk anak-anak pun tersedia.

Salah seorang pengunjung, Marsi, 28, mengatakan sudah beberapa kali mengunjungi Alaska Waterboom. Pengunjung asal Dusun Jengglong, Desa Jatisobo, Kecamatan Polokarto itu merasa sudah cukup puas dengan fasilitas yang ada di Alaska Waterboom. “Sayang kolamnya terlalu kecil, jadi orang dewasa tidak bisa ikut mencebur,” ujar Marsi saat ditemui Solopos.com, Minggu (22/7/2012).

Pengunjung lain, Darmanto, 34, mengaku baru kali pertama datang ke Alaska Waterboom. Suasana di dalam Alaska Waterboom memang tidak seperti yang ia bayangkan. “Anak-anak memang suka berenang, makanya kami mencoba tempat baru ini. Ya, murah meriah ongkos masuknya, Rp4.000,” ujar pengunjung asal Mojolaban itu.

Pemilik Alaska Waterboom, Joko Widadi, 37, mengatakan bangunan Alaska Waterboom memang belum sepenuhnya jadi. Ia masih ingin menambah beberapa kandang binatang peliharaan. Selain itu, ia juga ingin menyempurnakan bangunan pemancingan yang ada di belakang kolam renang. “Karena modalnya terbatas, ya ini dulu. Disempurnakan sambil jalan,” ujar pria yang gemar berwirausaha itu.

Ia mengatakan prospek ke depan usaha waterboom miliknya itu cukup bagus. Saat musim liburan lalu, omzet yang ia dapatkan Rp10 juta selama tiga pekan. “Pendapatan memang tak tentu, tapi saya lihat prospek ke depan cerah. Karena di Kecamatan Polokarto baru ada satu yang seperti ini,” ujar Joko.

Joko memang ingin mengembangkan konsep kolam renang, pemancingan, warung makan dan pusat budi daya satwa di tanah seluas 2 hektare itu. Meski berada di wilayah yang rawan kekeringan, namun usaha yang membutuhkan banyak stok air itu tetap berjalan. “Air kami dapatkan dari sumur bor. Alhamdulillah selama musim kemarau ini tidak ada masalah,” tandas Joko.

1 Komentar untuk “ALASKA WATERBOOM, Bak “Oasis” di Tengah Kebun Jati Polokarto…”

  1. sukoharjo makin berkembang skarang, saya sangat bangga lahir di kota sukoharjo makmur, semoga kota sukoharjo makin banyak lagi tempat-tempat hiburan keluarga dan di kenal di luar kota

Syarat dan Ketentuan:
  • Tulisan singkat, padat, Sopan
  • Tulisan bukan SARA, bukan fitnah, tidak promosi atau mendiskreditkan pihak maupun produk tertentu.
  • Format HTML tidak dapat ditampilkan, hanya file text yang akan ditampilkan.
  • (required)

    A- A A+